Breaking News

Pebisnis Asal Bali, Sekarang Jadi Crazy Rich Oleh-Oleh Bali Meski hanya Lulusan SMP

Pebisnis Asal Bali
Pebisnis Asal Bali

Ajik Krisna Seorang Milyarder Saat Ini terkenal sebagai pengusaha oleh-oleh Bali

Treding –  Pendiri Krisna Holding Company, Ajik Krisna hari-hari ini populer sebagai pebisnis oleh-olehan luar biasa. Tetapi, siapa kira semasa kecilnya harus melalui kondisi-keadaan yang susah. Dalam video YouTube bertema ‘CERITA SUKSES JADI MILYADER DI USIA 35 TAHUN | AJIK KRISNA’, Ajik Krisna menceritakan jika saat SMP dia harus jalan kaki tempuh 2,5 km untuk sampai ke sekolah.

Pebisnis Asal Bali – Sesudah tamat SMP, Krisna ditujukan untuk sekolah pariwisata supaya sesudah lulus, ditempatkan kerja di hotel. Krisna diberikan iming-iming untuk masuk ke hotel sebagai Steward yang rupanya maknanya tukang bersihkan piring.

Pada akhirnya, Krisna juga sekolah di Sekolah Menengah Industri Pariwisata. Tetapi, sekolah ini lebih jauh dari SMP-nya. Krisna harus tempuh 3 km dan melalui 3 pusara untuk sampai ke sekolah itu. Karena sangat susahnya ekonomi, Krisna tidak takut harus melalui pusara.

Setiap hari dia cuman makan nasi jagung dan nasi ubi. Jarang-jarang sekali ada beras di tempat tinggalnya. Sampai satu hari, sesudah 6 bulan sekolah, ayahnya panggil Krisna dan menjelaskan jika tidak dapat menyekolahkan Krisna kembali.

Kemudian, Krisna keluar dari daerah halamannya tanpa uang belanja serupiahpun, cukup dengan baju seperlunya. Satu hari, tiba Krisna di wilayah Sanur yang disebut salah satunya teritori pariwisata. Di situ, ada banyak hotel melati, dan Krisna menumpang di satu diantaranya namanya Hotel Rani. Krisna menumpang di pos security Hotel Rani sekalian mencari kerja.

Hari pertama kali yang Krisna kerjakan ialah bersihkan halaman parkir hotel itu. Lantas, jam 12 malam sampai jam 3 subuh, Krisna membersihkan mobil yang berada di parkir itu. Kemudian, baru Krisna istirahat tidur di pos security sampai jam 7 pagi.

Kemudian, pemilik mobil yang dicuci Krisna juga keluar dan rupanya pemilik Hotel Rani yang ditumpangi Krisna. Saat itu juga Krisna minta ijin untuk tinggal sementara di hotel itu sekalian bersihkan halaman dan membersihkan mobil, Krisna dikasih makan sebagai gaji yang ia lakukan.

“Saya tinggal di pos security beralas bantal batu batako sepanjang 2 tahun memiliki ukuran 2×2,5 (meter),” ingat Krisna.
Kegiatan rutin itu sering dilaksanakan Krisna tiap hari dan penghasilannya dari membersihkan mobil cuman sejumlah Rp2.000-Rp5.000 setiap hari. Dalam satu bulan, Krisna cuman memperoleh Rp150 ribu. Krisna juga berkemauan dia bisa menjadi orang yang sukses di Bali.

Sesudah jalan 2 tahun, Krisna putuskan stop membersihkan mobil karena terlampau berat untuk bekerja malam. Bermodal dari membersihkan mobil sejumlah Rp150 ribu, itu Krisna mengumpulkan untuk beli sepeda motor Honda 70. Melalui itu Krisna mulai mencari kerja, dan tugas pertama kalinya ialah di koveksi Sidharta. Di luar jam kerja, Krisna lakukan tugas beres-beres sampai belajar menjahit, sablon dan cutting.
“Yang semula saya cuman tamatan SMP tidak paham apapun, demikian bekerja di situ punyai kelebihan menjahit, sablon dan motong (cutting),” tutur Krisna.

Sesudah tugas makin banyak, Krisna mulai bawa tugas keluar. Di sana, Krisna berjumpa rekan SMP-nya sebagai istrinya sekarang ini. Dulu, istrinya bekerja sebagai tukang jahit, lalu Krisna mempunyai ketrampilan di bagian itu hingga putuskan menikah di umur muda.

Awalannya, bos tempat Krisna bekerja meragukannya karena umur Krisna terlampau muda untuk menikah. Tetapi, Krisna berkemauan, sesudah menikah perusahaan Sidharta ini akan ia besarkan. Dan itu semua muncul karena banyak tugas dilaksanakan Krisna dengan istrinya sampai mereka dapat kontrak tanah.

Di tengah-tengah perusahaan Sidharta yang makin maju, Krisna tidak ingin ketinggal. Di tahun 1990, dia dan istrinya putuskan mengontrak toko kecil memiliki ukuran 6×5 m untuk buka konveksi namanya Cok Konfeksi. Tetapi, Mengisi konveksinya itulah yang berat baginya. Pada akhirnya, Krisna ajak Sidharta berpartner dengannya sampai tahun 1994.

Sesudah 4 tahun bekerja bersama, Krisna berkemauan untuk betul-betul berdikari. Sesudah 4x minta pisah, pada akhirnya baru dibolehkan pisah oleh istri Sidharta. Tetapi, harus ada pembagian asset dan inventaris semenjak tahun 1990 sampai 1994. Terhitunglah Rp60 juta dipisah dua. Masing-masing dari Krisna dan Sidharta memperoleh Rp30 juta. Tetapi, Krisna tidak mempunyai uang untuk melunasinya. Baru sepanjang 6 tahun dicicil, tahun 2000 dibayar oleh Krisna.

Di tahun 2000, konveksi paling besar di Bali ialah Sidharta, tapi tahun 2001, konveksi paling besar di Bali ialah Cok Konfeksi punya Krisna Krisna.
Di tahun 2006, Krisna ajak istrinya untuk pengembangan ke usaha lain. Sesudah mempelajari, Krisna menyaksikan kesempatannya ialah usaha oleh-olehan pakaian kaos ‘I Love Bali’ dan cemilan. Di tahun 2007, Krisna membulatkan tekad buka toko oleh-olehan ‘Krisna Oleh-olehan Ciri khas Bali’. Saat hari awal pembukaan, laris keras sampai kantongi Rp4 juta, tapi semakin hari semakin turun. Walau sebenarnya, Krisna telah lakukan utang ke bank.

Krisna juga pada akhirnya memutar otak dan lakukan taktik pemasaran. Dia membagi edaran yang bila diganti akan memperoleh kaos ‘I Love Bali’. Tetapi, saat sebelum edaran itu diganti, Krisna akan minta beberapa orang untuk berkeliling-keliling toko oleh-olehnya. Langkah itu juga sukses. Sekurang-kurangnya, seseorang dapat beli oleh-olehan sampai Rp100 ribu.

Langkah promo yang ke-2 ialah Krisna minta beberapa temannya memarkirkan mobil di halaman toko oleh-olehnya sepanjang 2 bulan supaya kelihatan ramai.
“Saat ini boro-boro parkir di Krisna karena Krisna kurang tempat parkir (karena sangat ramainya),” pungkas Krisna.
Di tahun 2008, Krisna juga putuskan buka ‘Toko Krisna’ yang ke-2 dengan luas 5.000 mtr. persegi dari sisi oleh-olehan Erlangga. Walau awalannya berkompetisi, tapi jalinan Krisna dan Erlangga malah baik sekali seperti keluarga. Dan ke-2 toko oleh-olehan ini juga jadi toko oleh-olehan paling besar di Bali.

Pebisnis Asal Bali – Krisna membagi kisah hidupnya saat dia berumur 35 tahun rasakan uang sejumlah Rp1 miliar dari pemasaran oleh-olehan. Krisna tidak lupa dengan daerah halamannya. Dia buka toko oleh-olehan seluar tiga hektar di tengah-tengah sawah untuk ikut memberi pendapatan untuk berbakti ke dusun dan tanah nenek moyangnya. Pebisnis Asal Bali

 

About

Check Also

10 Referensi Cafe Instagramable di Bali yang Harus Didatangi

10 Referensi Cafe Instagramable di Bali yang Harus Didatangi

10 Referensi Cafe Instagramable di Bali yang Harus Didatangi 10 Referensi Cafe Instagramable – Pemerintahan …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Recent Comments

No comments to show.