Breaking News

Tradisi Rutinitas Orang Bali

Tradisi Rutinitas Orang Bali

Tradisi Rutinitas Orang Bali
Tradisi Rutinitas Orang Bali

Sebuah tradisi atau rutinitas tiap wilayah pasti berbeda, karena beragamnya suku, ras dan agama yang ada. Membuat Indonesia ini kaya dengan budaya, termasuk tradisi istiadatnya. Begitu halnya rutinitas orang Bali pada umumnya, memiliki keunikan tertentu. Tradisi Rutinitas Orang Bali

Bahkan juga Bali sendiri yang disebut pulau kecil, kadang masyarakat dari salah satu dusunnya memiliki rutinitas kebiasaan tertentu yang tidak dilakukan oleh masyarakat dusun yang lain di Bali. Demikian kuat budaya yang dimasukkan oleh nenek moyangnya dari angkatan ke angkatan sampai saat ini.

Pada umumnya warga Bali itu ramah tamah, apa lagi anda atau pendatang yang bisa menghargai dan berperangai santun, mereka akan berlaku baik juga. Warga Bali benar-benar menghargai kebhinekaan atau plurarisme, sedikit ketentuan tradisi diterapkan untuk warga pendatang baik itu yang lain agama, suku atau ras, hingga tidak ada gesekan ditambah dengan rumor SARA.

Sedikit kasus kriminal yang terjadi, hingga orang tiba ke Bali berasa nyaman dan aman, apa lagi wisatawan yang merencanakan untuk berlibur, budaya ramah masyarakat dan beragam keindahan yang ditawarkan tempat wisata di pulau Bali, percaya akan memberi pengalaman berlibur berharga.

Beberapa Tradisi Rutinitas Orang Bali

Tradisi Rutinitas Orang Bali
Rutinitas Orang Bali

Warga pulau Dewata Bali memiliki beberapa tradisi rutinitas, bila anda wisatawan yang berlibur di pulau Bali dan sedang diperjalanan wisata tur, kemungkinan ada banyak hal unik yang anda dapatkan di sejauh perjalanan atau di kehidupan sehari-harinya orang Bali, diantaranya;

1. Mesaiban

Tradisi Rutinitas Orang Bali
Tradisi Rutinitas Orang Bali – Mesaiban

Sebuah ritus yang memiliki tujuan untuk melakukan persembahan ke Bhuta Saat, ritus kecil ini dilaksanakan tiap pagi sesudah ibu-ibu mengolah, saat sebelum diawalinya acara sarapan. Rutinitas sebagai sebuah budaya, dilaksanakan tiap hari ini sebagai bentuk terima kasih dengan sesuatu yang kita bisa ini hari, dengan memberi persembahan ke makhluk ciptaan-Nya, supaya Bhuta Saat ini tidak mengusik kegiatan manusia.

2. Ngejot

Tradisi Rutinitas Orang Bali
Tradisi Rutinitas Orang Bali – Ngejot

Sama-sama memberikan (berbentuk makanan) ke sesama, memberi makanan ke masyarakat yang lain yang tidak melakukan acara, karena tidak tiap upacara keagamaan di Bali itu dilaksanakan bertepatan, seperti upacara keagamaan terkait dengan manusia seperti otonan, 3 bulanan, upacara di pura pelataran atau sukuran.

Bahkan juga budaya dan adat ngejot bukan hanya untuk kalangan masyarakat Bali Hindu saja, tapi rutinitas ngejot di antara masyarakat Hindu dengan non Hindu hingga memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat, dan dapat sama-sama mengenali secara baik, karena ada budaya ngejot ini memperkuat ikatan persaudaraan dengan sesamanya tidak melihat background atau agama.

3. Pohon besar dibuntel kain

Tradisi Rutinitas Orang Bali
Tradisi Rutinitas Orang Bali – Pohon besar dibuntel kain

Beberapa pohon besar kadang sisi tangkai pohon paling bawah dibuntel dengan kain, jika sudah semacam itu, oleh masyarakat dipercaya pohon itu ada penghuninya (dari alam lain) dan dikenal menyeramkan, umumnya ada sebuah pelinggih untuk tempat persembahan. Hingga orang yang lewat memahami jika jangan asal-asalan melakukan perbuatan di area itu, apa lagi berkemauan untuk menebangnya.

Makhluk dari alam lain diterapkan secara baik, tidak ditendang atau dilawan kehadirannya tapi masih tetap diberi gaji supaya tidak mengusik manusia. Segi yang lain sebagai perkataan sukur ke Tuhan dan mengucapkan terima kasih sudah membantu keberlangsungan hidup manusia lewat pohon yang sudah menghasilkan oksigen yang diperlukan oleh manusia dengan gratis. Ini jadi sebuah budaya atau rutinitas orang Bali, yang otomatis melestarikan alam.

4. Memenjor atau memasangkan penjor

Kehadiran penjor ini benar-benar terkenal di Bali selain sebagai hiasan atau dekor yang paling penting ialah memiliki makna keramat untuk kepentingan kegiatan keagamaan, menyimbulkan Gunung yang memberi kesejahteraan dan keselamatan dan simbul dari Naga Basukih yang sebagai simbol kemakmuran.

Tradisi Rutinitas Orang Bali
Memenjor atau memasangkan penjor

Di saat hari Raya Galungan di sejauh jalanan di Bali anda akan dapatkan penjor ini berderet dengan cantiknya. Termasuk saat piodalan (upacara keagamaan) dalam suatu pura, karena itu sejauh jalan ke arah pura itu akan dipasang penjor.

5. Melasti

Tradisi Rutinitas Orang Bali
Melasti

Sebuah upacara keagamaan dengan acara jalan bersama-sama baik itu dengan jalan kaki atau dengan kendaraan motor, bawa dan mengangkat semua wujud beberapa benda keramat pada suatu pura untuk ke arah sumber air, seperti ke laut atau mata air, dan upacara Ngaben ini diikuti oleh beberapa orang bahkan juga dapat sampai beberapa ribu. Apabila kebenaran bertemu kelompok dalam acara ini, bersabarlah mungkin karena ada kemacetan, umumnya pecalang (polisi tradisi) dan polisi dari resort di tempat diikutsertakan dalam penataan jalan raya.

6. Canang Sari

Tradisi Rutinitas Orang Bali
Tradisi Rutinitas Orang Bali – Canang Sari

Sebagai peralatan upacara keagamaan terpenting dan khusus di Bali, perannya pasti untuk persembahan baik itu di pura, di dalam rumah, di jalan bahkan juga di beberapa lokasi yang dikeramatkan atau yang menjadi tujuan tertentu masyarakat. Kemungkinan kerap anda mendapatkan canang sari yang disembahkan di jalan (sejauh trotoar) di pintu masuk ke rumah atau toko. Budaya dan rutinitas orang Bali akan persembahan itu pasti untuk makhluk-makhluk dari alam lain (Bhuta Saat) supaya lingkungan masih tetap aman, nyaman dan tidak terganggu.

7. Sebutan kata “Bli”

Tradisi Rutinitas Orang Bali
Tradisi Rutinitas Orang Bali

Untuk orang Bali panggilan kata Bli ini memiliki arti kakak, panggilan itu pasti ke orang yang telah kita mengenal secara baik dan memiliki tujuan supaya panggilan lebih dekat dan berteman, khususnya panggilan ke orang lelaki yang umurnya lebih tua dari kita, terkecuali bila sudah mengetahui jalinan kekeluargaannya seperti paman.

Bila anda belum mengenal perlu dijumpai di Bali mengenali ada Kelas seperti embel-embel nama Ida Bagus, Anak Agung, Cokorde atau Gusti yang bahasa komunikasinya berlainan. Meskipun mereka tidak tersinggung dengan panggilan “Bli” sebaiknya tidak menyebutkan kata Bli ke mereka.

8. Karma Phala

Tradisi Rutinitas Orang Bali
Karma Phala

Orang Bali benar-benar percaya ada hukum Karma Phala. Tiap tindakan baik karena itu pahalanya akan baik , begitu halnya tiap tindakan buruk karena itu terburukan akan didapat. Dan dipercaya hasil tindakan atau pahala itu dapat dicicipi saat ini , masa datang, di akhirat bahkan juga pada kehidupan kedepan (saat reinkarnasi) itu penyebabnya tidak seluruhnya memiliki nasib baik pada kehidupan ini, karena dipercaya karena dari hasil buah tindakan pada kehidupan awalnya.

Demikian besarnya dampak dari tindakan manusia, hingga beberapa orang diharapkan bisa melakukan perbuatan lebih bagus, mengajari sejak awal kali pada anak-anak, hingga jadi sebuah rutinitas untuk mereka. Dan memang bisa dibuktikan tingkat kejahatan atau kriminal lebih rendah daripada tempat yang lain.

9. Sopan Santun

Tradisi Rutinitas Orang Bali
Tradisi Rutinitas Orang Bali

Rutinitas dan budaya orang Bali yang sopan santun diperlihatkan ke orang yang lebih tua terhitung pada kelas yang semakin tinggi, dengan tingkat bahasa Bali lebih lembut. Untuk orang Bali tidak santun menunjuk dengan tangan kiri, terlebih menunjuk memakai kaki, sebab bisa saja musuh berbicara tersinggung, apa lagi belum dikenali.

Jika memang itu harus dilaksanakan karena tangan kanan anda masih repot, bilanglah kata maaf lebih dulu, orang Bali bilangnya “tabik”. Turunlah dari kendaraan anda dan membuka helm (jika sepeda motor) bila anda ingin menanyakan suatu hal ke orang yang tidak anda kenalan di jalanan.

10. Nyepi tradisi

Tradisi Rutinitas Orang Bali
Hari Raya Nyepi

Selain hari Raya Nyepi keseluruhannya di Bali, beberapa dusun pakraman yang berada di Bali memiliki rutinitas atau adat Nyepi Tradisi, jadi untuk semuanya daerah dusun itu sepi, tidak ada kegiatan, jangan keluar dari rumah atau bepergian, mati lampu dan jangan lakukan keributan. Tetapi jalan dusun untuk umum tidak ditutup, pemakai jalan masih bebas hilir mudik, hingga tidak boleh bingung sebuah dusun kelihatan sepi tanpa kegiatan.

11. Pakaian Tradisi

Tradisi Rutinitas Orang Bali
Pakaian Tradisi

Memakai baju berlainan ketika berada upacara atau kegiatan adat, seperti saat upacara pernikahan, Ngaben, pemujaan atau tatap muka di balai Banjar. Orang Hindu Bali dipastikan memakai baju itu untuk keperluan-kebutuhan keagamaan, dan menjadi budaya dan sebuah rutinitas orang Bali, tapi orang non Hindu dapat kenakan pakaian bebas dan santun, terkecuali untuk bertandang ke sebuah pura, harus kenakan pakaian tradisi termasuk wisatawan asing, kain dan selendang sebagai baju tradisi enteng umumnya dapat dicarter di beberapa tempat tempat wisata.

Di atas ialah informasi umum beragam budaya dan tradisi rutinitas orang Bali yang kemungkinan anda dapatkan, akan tetapi tidak tutup peluang, bila anda mendapatkan suatu hal yang lain di sejauh perjalanan.
bila anda melakukan perjalanan tur atau rental mobil di Bali dengan supir, lebih dianjurkan supir yang dari Bali, hingga bila ada yang penting anda tanya sejauh perjalanan wisata berkenaan beberapa hal unik tersangkut tradisi rutinitas masyarakat di tempat, karena itu supir lokal dapat semakin memahami.

About

Check Also

Suku Bali - Sejarah, Agama, Kasta, Sub Suku Bali dan Penjelasan

Suku Bali Sejarah Agama Kasta Sub Suku Bal dan Penjelasan

Suku Bali – Sejarah, Agama, Kasta, Sub Suku Bali dan Penjelasan Suku Bali dan Penjelasan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Comments

No comments to show.