Beberapa Larangan atau Pantrangan di Bali

Beberapa Larangan atau Pantrangan di Bali

Beberapa Larangan atau Pantrangan di Bali

Di mana bumi dijejak di situ langit dijunjung, seperti itu kurang lebih saat anda ingin berlibur atau wisata apa lagi berada tinggal pada sebuah tempat.

Beberapa Larangan atau Pantrangan
Beberapa Larangan atau Pantrangan di Bali

Pasti tempat itu mempunyai beberapa ketentuan yang memiliki tujuan untuk kebaikan untuk tiap penghuninya. Seperti bila anda ingin tiba ke pulau Dewata Bali apa itu arah wisata, lawatan dinas, bekerja atau menuntut pengetahuan. Ada beberapa hal yang penting anda kenali, seperti larangan-larangan atau panytrangan apa yang penting jadi perhatian saat anda berlibur di pulau Bali itu, hingga beberapa hal yang jangan kamu kerjakan atau hal tidak patut dapat dijauhi terjadi, supaya berlibur anda nanti semakin tenang dan nyaman.

Beberapa Larangan atau Pantrangan – Larangan atau pantrangan itu berlaku untuk semuanya orang bukan hanya pendatang atau wisatawan yang berlibur ke pulau Bali, termasuk masyarakat lokal. Ada beberapa larangan atau ketentuan tradisi ada yang tercatat berbentuk awig-awig yang tentu saja diterapkan ancaman tradisi juga.

Tetapi tidak seluruhnya ketentuan atau pantrangan tercatat dalam ketentuan tradisi, tapi larangan itu dipercayai masyarakat yakin bisa terjadi suatu hal jelek pada kehidupan seorang yang menyalahinya. Untuk itu untuk anda yang belum mengetahui informasi detail mengenai larangan itu apa lagi yang belum pernah ke Bali sebaiknya anda membaca informasi dalam halaman ini.

Larangan-larangan atau larangan saat berlibur di Bali

1.  Saat cuntaka atau sebel

Beberapa Larangan atau Pantrangan
Saat cuntaka atau sebel

Larangan atau hal yang tidak boleh untuk wanita yang tiba bulan (menstruasi) berkunjung ke arah tempat suci Pura dan larangan untuk mereka yang cuntaka yang lain seakan ada keluarga wafat. Untuk yang cuntaka (sebel) itu dilarang untuk masuk ke area pura, bila itu dilanggar dapat terjadi beberapa hal buruk.

2. Hari Raya Nyepi

Beberapa Larangan atau Pantrangan
Hari Raya Nyepi Bali

Bila kebenaran saat hari Nyepi anda berlibur di pulau Bali, karena itu beberapa larangan di saat perayaan Hari Raya Nyepi, jangan keluar dari rumah, menghidupkan lampu, melakukan aktivitas atau membuat keributan bila itu dilanggar akan dikenai ancaman tradisi yang ancamannya disamakan dengan awig dusun tradisi pakraman berkaitan. Tindakan khusus pasti berbeda saat keadaan darurat.

3. Pakaian ke pura

Beberapa Larangan atau Pantrangan
Pakaian ke pura

Larangan berpakaian tidak sopan ke pura, banyak pura di Bali dijadikan tempat wisata, hingga beberapa orang asing di luar masyarakat Hindu yang tiba berkunjung, untuk tiap pengunjung ke arah tempat suci harus menggunakan kamben (kain) dan selendang diikatkan di pinggang. Jika itu tidak dilaksanakan anda jangan masuk atau dapat ditegur oleh petugas atau masyarakat di tempat.

4. Berbicara dan Etika pada tempat suci

Beberapa Larangan atau Pantrangan
Berbicara dan Etika pada tempat suci

Berlibur dan tur dengan agenda ke arah tempat suci pura, karena itu larangan bicara kasar, beretika buruk di kawasan tempat suci, seperti naik ke pelinggih (bangunan suci), apa lagi membuat onar, atau tindakan nista yang lain itu jangan dilaksanakan, karena jika itu dilanggar dipercaya itu akan berpengaruh tidak baik dan mendapatkan beberapa hal buruk untuk kehidupan anda.

5.  Etika di jalan ketika saat upacara keagamaan

Beberapa Larangan atau Pantrangan
Etika di jalan ketika saat upacara keagamaan

Larangan bicara atau berlaku kasar seperti mencaci maki atau membunyikan klakson berkali-kali saat jalanan macet karena sedang dalam acara upacara keagamaan, seperti Ngaben atau Melasti, bila itu anda kerjakan memiliki arti tidak menghargai budaya lokal, dan dapat membuat masyarakat tersinggung.

6. Menginjak Sesajian

Beberapa Larangan atau Pantrangan

Saat berlibur di pulau Bali, jadi perhatian saat anda jalan-jalan, karena larangan dengan sengaja menginjak persembahan umat Hindu seperti sesajen berbentuk canang, yang banyak dilaksanakan di tepi jalan atau pada trotoar seperti di muka warung, toko atau rumah. Bila tidak sengaja terinjak itu tidak jadi masalah, tetapi akan lebih bagus bilang maaf ke orang disitu atau minimum maaf dalam hati saja.

7. Etika Bertanya di Jalan

Beberapa Larangan atau Pantrangan
Etika Bertanya di Jalan

sopan santun yang lainnya, bila anda menanyakan kepada seorang (misalkan bertanya arah tempat), turunlah dari kendaraan dan membuka helm anda.Karenanya ini anda dipandang menghargai lawan bicara anda, dan mereka akan suka hati membantu anda, hingga berlibur anda sepanjang perjalanan tur lebih aman serta nyaman.

8. Menunjuk sesuatu hal

Beberapa Larangan atau Pantrangan
Menunjuk sesuatu hal

Masih sisi dari sopan santun dan tatakrama, jauhi memperlihatkan suatu hal dengan tangan kiri apa lagi memperlihatkan suatu hal dengan kaki. Bila anda harus menunjuk dengan tangan kiri karena tangan kanan menggenggam suatu hal anda dapat bilang kata maaf atau tabik (bahasa Bali), kalau itu dilakukan lawan berbicara bisa jadi tersinggung.

9. Beberapa Tempat Sakral

Beberapa Larangan atau Pantrangan
Beberapa Tempat Sakral

Kenalilah beberapa tempat sakral misalnya dengan beberapa ciri ada pelinggih (bangunan pura) atau pertanda persembahan/ sesajian seperti canang dan yang lain, kayu besar bahkan juga batu dengan kain yang dibelitkan, tanda tempat itu disakralkan masyarakat, karena itu misalkan kepingin kencing, larangan untuk kencing di sembarangan tempat dengan masih tetap memerhatikan tempat itu disakralkan atau mungkin tidak.

10. Memegang Kepala Orang

Beberapa Larangan atau Pantrangan
Memegang Kepala Orang

Orang Bali yakin akan ada kesucian itu ada di atas, dan anggota badan dipandang paling suci ialah kepala, menjadi pantang untuk mereka kepalanya dipegang atau dimainkan, karena jauhi memegang sisi kepala orang Bali karena bisa benar-benar peka dan membuat orang tersinggung.

11. Identitas diri

Beberapa Larangan atau Pantrangan
Identitas diri

Ingin tinggal dalam sekian hari di Bali, warga pendatang harus bawa identitas diri dan memberikan laporan diri pada petugas dusun di tempat, untuk memperoleh KIPEM (kartu identitas penduduk musiman). Karena jika tidak, faksi aparatur dusun di tempat dengan teratur lakukan razia warga pendatang dan memberi ancaman tradisi untuk mereka yang menyalahi. Meskipun sekarang ini Kipem itu tidak memberlakukan kembali, tetapi saat berlibur kartu identitas itu penting.

12. Mandi di pantai

Untuk keamanan dan kenyamanan saat berlibur khususnya saat menikmati wisata pantai, penting diingat saat anda mandi seperti pada tempat wisata pantai Kuta atau pantai yang lain di pulau Bali, lihat rambu-rambu yang terpasang karena beberapa larangan untuk pengunjung untuk mandi atau berenang yang ditandai berbahaya, karena jika dilanggar bisa membahayakan diri.

13. Larangan beberapa pura

Beberapa Larangan atau Pantrangan
Larangan beberapa pura

Untuk masyarakat Hindu yang ingin bersembahyang ke pura Mulia Batukaru, larangan untuk anak-anak yang belum tanggal gigi untuk bersembahyang di sini. Dan di pura penataran Dalam Peed ada larangan menggunakan kain kotak-kotak (poleng) karena dipandang memade-made Ida Bhatara.

14. Transportasi online

Beberapa Larangan atau Pantrangan
Transportasi online seminyak bali

Ada larangan transportasi online jangan bekerja di kawasan Seminyak, Canggu, Ubud, bahkan juga Bandara Ngurah Rai dan beberapa tempat pariwisata yang lain oleh pebisnis transportasi lokal atau oleh dusun di tempat, untuk supir dan calon penumpang penting diingat, karena bila itu dilanggar dikhawatirkan bisa terjadi permasalahan dengan usaha transportasi lokal atau transportasi offline.

15. Menggunakan Flash Kamera

Beberapa Larangan atau Pantrangan
Menggunakan Flash Kamera

Dilarang menggunakan flash kamera saat ambil gambar di muka beberapa orang yang bersembahyang atau di muka pendeta terhitung tidak boleh lewat di muka orang yang bersembahyang, dan dilarang duduk semakin tinggi dibanding tempat sesajian dan tempat pendeta.

Demikian beberapa larangan atau pantrangan yang harus anda patuhi saat berkunjung dan berlibur di pulau Bali, tetapi sama sesuai tradisi istiadat atau awig-awig pada suatu desa pakraman, mungkin ada beberapa larangan yang lain yang diterapkan.

Baca Juga :   Pucuk Bang Dapat Pula Digunakan untuk Menetralisir Karang Panes, Begini Caranya

Leave a Reply

Your email address will not be published.